Foto alatsulit wanita tembam tiada bulu puki

Kuremas dengan penuh nafsu, sambil jari tengahku mencari-cari jalan masuk. “Edan, Vagina yang indah,” kataku sambil melorot hingga wajahku tepat di muka pangkal paha Liza.Kurenggangkan paha gadisku itu, lalu dengan rakus kujilati kemaluan Liza itu.

foto alatsulit wanita tembam tiada bulu puki-25

Selama pacaran aku hanya pernah menciumnya sekali saja, yaitu pada saat kami jadian kurang lebih sebulan yang lalu.

Setiap aku memboncengkannya dengan sepeda motor, punggungku sering menjadi sasaran payudaranya yang lumayan besar kurang lebih ukurannya 36 B pada saat aku mengerem mendadak. Suatu siang Liza datang ke rumahku, yang pada saat itu aku dan penghuni rumah lainnya belum pulang .

Aku jadi semakin terangsang melihat tubuhnya yang mulai mekar di usianya yang seminggu lagi genap 20 tahun. Ketika tiba dirumah aku melihatnya tertidur di atas kursi teras rumah. Karena masih mengantuk ia tidak melihat kalau di depannya ada kursi kecil sehingga ia tersandung dan akan terjatuh, secara refleks aku menarik tubuhnya agar tidak jatuh hingga kami berpelukan. payudaramu bakal kuremas dan kumakan,” Bisikku sambil meremas-remas kedua payudara Liza yang masih tertutup berlapis kain.

Namun karena tidak siap aku juga kehilangan keseimbangan dan ikut terjatuh menindih tubuhnya. “Vaginamu ini juga bakal aku kerjain,” lanjutku sambil meremas-remas pangkal paha Liza dari luar pakaiannya. Lalu aku membopongnya ke dalam kamarku dan membaringkannya di atas tempat tidurku.

Liza terjatuh terlentang dan kepalanya membentur lantai dengan cukup keras sampai ia pingsan. Aku ulangi lebih keras di dekat telinga, juga diam. Nekad, aku membuka kedua kelopak mata Liza untuk lebih meyakinkan. Lalu aku menutup semua pintu rumahku, lalu kembali lagi ke kamarku.

Perlahan aku membangunkan Liza yang tidak bergerak, namun ia tidak segera sadar. Aku menyeringai melihat gadis yang telah kupacari selama sebulan itu dalam keadaan tak berdaya.

Sejenak aku melihat bagian dada Liza naik-turun dengan tenang, seperti orang yang tidur lelap. Seperti singa kelaparan menerkam mangsanya, kedua tanganku langsung mencengkeram gundukan di dada Liza yang tertutup baju. Vaginamu boleh juga, tebel kayak kue apem,” bisikku sambil kini meremas pangkal paha Liza.

Aku terus meremas dan menarik-narik gumpalan daging dalam genggamannya itu ke kanan, kiri dan atas. Aku lalu melepas 3 kancing di bagian atas baju Liza.

Lalu, bagian bawah bajunya kutarik hingga melewati kepalanya.

Liza ternyata mengenakan kaus lengan pendek bodyshape yang membuat payudaranya tampak menonjol dan kemulusan lengannya terlihat bebas. Perhatianku beralih ke bagian bawah tubuh Liza yang tertutup rok dalam transparan. Aku kini berlutut di sisi Liza yang tetap berbaring dalam damai. Bola mataku seperti akan meloncat keluar melihat keindahan payudara Liza. Saking putihnya, pembuluh darah kebiruan di balik kulit mulusnya terlihat jelas.

Putingnya mungil tapi cukup menonjol, seperti karet penghapus di kepala pensil.

Comments are closed.